Pengungkapan Skema Ilegal di Balik Rekening Bank Judi Kriket Wardha
Penyelidikan Skema Layanan Perbankan di Wardha
Kepolisian Wardha berhasil mengungkapkan praktik ilegal yang melibatkan penggunaan rekening bank untuk perjudian kriket daring. Untuk saat ini, enam individu telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan ini. Para pelaku terlibat dalam penipuan yang memanfaatkan warga untuk membuat rekening bank yang kemudian digunakan dalam transaksi haram.
Laporan Awal Memulai Penyelidikan Intensif
Penemuan kasus ini bermula dari laporan yang diajukan oleh Pratik Jitendra Lokhande dari Borgaon ke kantor polisi setempat. Ia mengklaim bahwa Tanmay Bhagat dan Sunny Holani memintanya untuk membuka rekening bank dengan dalih kebutuhan finansial. Rekening tersebut dibuka atas nama Pratik dan temannya di Bank IDBI, namun kemudian dikendalikan oleh para tersangka. Polisi membeberkan bahwa setelah rekening dibuka, para tersangka menyita ATM, buku tabungan, dan cek yang terkait dengan rekening itu. Pratik baru menyadarinya setelah menemukan bahwa sejumlah Rs 40.000 hilang dari rekeningnya, serta adanya ancaman yang diterimanya.
Penjualan Rekening untuk Aktivitas Perjudian
Dalam penyelidikan, terungkap bahwa tersangka menawarkan imbalan sekitar Rs 2.000 hingga Rs 3.000 kepada orang yang membutuhkan untuk membuka rekening bank dengan nama mereka. Dokumen perbankan tersebut kemudian dipindahtangankan kepada anggota kelompok yang lain. Rekening ini dijadikan alat untuk transaksi keuangan di platform judi kriket daring seperti Mahadev App, Win Adda, FairPlay, Lotus365, dan Reddy Anna. Para pemilik rekening tersebut hanya berfungsi sebagai kedok, sedangkan tersangka tetap memiliki akses penuh terhadap pengelolaan rekening tersebut.
Identitas Keenam Tersangka
Polisi telah mengidentifikasi enam orang yang telah ditahan, yaitu Tanmay Kishore Bhagat, Sunny Manoj Holani, Dipesh Rajkumar Sevlani, Ankur Subhash Jain, Pankaj alias Panku Rajesh Lalwani, dan Dipesh Sawaldas Panjwani. Mereka kini dalam penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepala polisi Saurabh Kumar Agrawal memindahkan penyelidikan kepada unit kejahatan khusus untuk memperdalam investigasi terkait jaringan yang lebih luas, yang dianggap memiliki dampak signifikan.
Pemantauan Jaringan Luas
Kejadian ini mengindikasikan bagaimana rekening bank biasa dapat diperalat untuk kegiatan perjudian. Polisi mengatakan lebih banyak orang terlibat dalam jaringan ini di luar enam orang yang telah ditahan, termasuk beberapa yang berasal dari luar Maharashtra. Investigasi untuk melacak tersangka lainnya terus berlanjut, menunjukkan sejauh mana jaringan ini beroperasi dalam mengeksploitasi kelemahan sistem perbankan. Otoritas setempat menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak terjebak dalam skema penipuan serupa di masa mendatang.